Kuatkan Fisik untuk Tebing Nglanggeran yang Asik

Kuatkan Fisik untuk Tebing Nglanggeran yang Asik

Divisi Panjat Tebing GEGAMA Fakultas Geografi dengan bangga sudah melaksanakan pendidikan lanjut yang ke-2 yang diikuti tujuh anggota wiramuda di antaranya Alvin (Jalak), Filda (Emprit), Nara (Tutu), Faiza (Orru), Aina (Punai), Ardra (Banggai), dan Irien (Sriti) tidak lupa ada kakak-kakak selaku anggota biasa yang aktif GEGAMA yang mendampingi kami. DIKJUT 2 Panjat Tebing menekankan pentingnya keahlian dalam pemetaan tebing dan teknik jummaring sebagai bagian integral dari panjat tebing. read more

Perjalanan Kembali ke Basecamp : Penyelamatan Survivor di Bukit Sikunci

Upaya Penyelamatan Survivor di Bukit Sikunci

Komunikasi dengan Tim Basecamp

Setiap kegiatan di alam bebas pastinya memiliki risikonya masing-masing, terutama jika berkegiatan di area hutan dan gunung. Bahaya yang sering dialami di area hutan dan gunung adalah tersesat atau tidak tahu arah, sehingga dilaporkan berita orang hilang. Oleh karena itu, pada Pendidikan Lanjut (DIKJUT) 2 Divisi Hutan Gunung GEGAMA dipraktikkan materi E-SAR (Explore-Search and Rescue) atau dapat diartikan sebagai kegiatan eksplor dan mencari korban yang hilang tersesat di area hutan atau gunung. Korban yang dicari tersebut dikenal dengan nama “survivor”. read more

Buatlah Jalanmu Sendiri! Naik-Turun Gua Sibodak di Pegunungan Menoreh

Buatlah Jalanmu Sendiri! Naik-Turun Gua Sibodak di Pegunungan Menoreh

Kegiatan Rigging

Menelusuri suatu gua vertikal membutuhkan kemampuan membuat jalur untuk turun dan naik. Salah satu cara untuk membuat jalur tersebut adalah dengan single rope technique ataudisingkat SRT. Lima orang anggota Wiramuda Diklatsar XLI GEGAMA Divisi Penelusuran Gua, yakni Andhika (Lawe), Humai (Pleci), Elvanicky (Gemak), Sintya (Sikep), dan Nawasdipta (Bayan) memberanikan diri  untuk memasuki Gua Sibodak dengan teknik SRT. Lima peserta tersebut memasuki Gua Sibodak dalam rangka mengikuti Pendidikan Lanjut (DIKJUT) 2 Divisi Penelusuran Gua GEGAMA. Kegiatan DIKJUT dilaksanakan selama kurang lebih tiga hari, dimulai dari tanggal 9 Juni hingga 11 Juni 2024. Kegiatan tidak hanya dilakukan lima orang di atas, tetapi ditemani oleh banyak teman-teman anggota GEGAMA dan Pengurus Divisi Penelusuran Gua GEGAMA. Pengurus tersebut bertugas mengajarkan dan mengawasi selama kegiatan berlangsung, yang terdiri atas Jariyan (Torong), Larasati (Tuntut), Tsalsa (Kepek), dan Naufal (Tulup), sedangkan teman-teman GEGAMA yang menemani terdiri dari Tasya (Timor), Ardra (Banggai), Annisa (Rumbai), Allyssa (Sepah), Tri Nuryati (Juwis), Savrida (Rampe), Baihaqi (Katur), Furqon (Celung), Ryana (Idhep), Salma (Menik), dan Ma’had (Mandau). read more

Pengarungan Tak Terlupakan : Menaklukkan Jeram Elo Penuh Manuver

Pengarungan Tak Terlupakan : Menaklukkan Jeram Elo Penuh Manuver

Divisi Arung Jeram GEGAMA dengan bangga mengumumkan suksesnya kegiatan DIKJUT 2 Arung Jeram sebagai bagian dari masa pendidikan lanjut bagi anggota Wiramuda XLI. Kegiatan ini dilaksanakan di Sungai Elo, Magelang, untuk mengembangkan keberanian, keterampilan kerja sama, dan kesadaran lingkungan pada diri Wiramuda XLI.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 22-24 Mei 2024 ini, bertujuan untuk mengenalkan materi  eddies to eddies  dan pemetaan jeram menggunakan GIS kepada Wiramuda XLI GEGAMA. Keterampilan dan pengetahuan lanjut dalam arung jeram, seperti skippering juga dilakukan dalam kegiatan DIKJUT 2 Divisi Arung Jeram. read more

Artikel Kegiatan Observasi Lingkungan dari Wiramuda Diklatsar XLI GEGAMA

Bentang Alam dan Bentang Budaya di Gunung Ireng Gunungkidul

Gunung Ireng berada di Gunungkidul, DIY yang membentang dari Desa Nglaroh di bagian barat laut hingga Desa Giripurwo di bagian tenggara. Gunung purba ini terletak pada koordinat 7°52’57″LS 110°29’23″BT. Ciri khas unik yang terdapat di Gunung Ireng ialah letaknya yang berdekatan dengan Gunung Api Purba Nglanggeran di Kecamatan Patuk. Daya tarik yang dimiliki oleh Gunung Ireng mungkin tidak sebesar gunung api purba lainnya. Namun, keindahannya menyimpan banyak kisah, baik dari bentang alam maupun bentang budayanya. Artikel ini disusun untuk mengidentifikasi bentang alam dan bentang budaya geologi gunung api purba Gunung Ireng. read more

Genggam Cengkram Pancal dalam Menaklukkan Tebing Pantai Siung

Genggam Cengkram Pancal dalam Menaklukkan Tebing Pantai Siung

Desiran ombak Pantai Siung kembali terdengar, kegiatan DIKJUT 1 Divisi Panjat Tebing GEGAMA dilaksanakan di Tebing Pantai Siung, Gunungkidul. Kegiatan DIKJUT 1 berlangsung selama tiga hari dua malam, tepatnya pada hari Jumat – Minggu, 26 – 28 April 2024. Kegiatan ini wajib diikuti oleh anggota Wiramuda Diklatsar XLI Divisi Panjat Tebing GEGAMA sebagai rangkaian kegiatan pendidikan. Tidak hanya itu, dalam DIKJUT 1 ini, kami juga diajarkan bagaimana cara dalam memanajemen kegiatan untuk kegiatan operasional yang berlangsung. read more

Eksplorasi Keindahan: Misteri Surga Tersembunyi Gua Macan Mati

Eksplorasi Keindahan: Misteri Surga Tersembunyi Gua Macan Mati

Menelusuri gua merupakan kegiatan yang menarik untuk dilakukan oleh penjelajah alam, begitu mereka disapa. Sebanyak 5 anggota Wiramuda DIklatsar XLI GEGAMA telah mengikuti kegiatan Pendidikan Lanjut (DIKJUT) Divisi Penelusuran Gua. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 27-28 April 2024 di Gua Macan Mati. Gua Macan Mati merupakan salah satu gua vertikal yang berlokasi di Pacarejo, Desa Mentel, Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gua tersembunyi ini menawarkan berbagai keindahan ornamen yang ada, contohnya stalaktit-stalaktit yang mendominasi ornamen endokarst. Berdasarkan sejarahnya, Gua Macan Mati tersusun oleh batuan karst yang mengalami pelarutan dan proses erosi dalam waktu yang sangat lama. Hal tersebut makin meyakinkan bahwa kegiatan penulusuran gua bukan hanya perjalanan melintasi ruang, tetapi secara tidak langsung juga perjalanan melintasi waktu. read more

Menembus Tembok Putih Puncak Sejati

Menembus Tembok Putih Puncak Sejati

Kegiatan DIKJUT 1 atau Pendidikan Lanjut 1 Divisi Hutan Gunung GEGAMA yang dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, 27 – 28 April 2024 telah berhasil dilaksanakan. DIKJUT 1 Divisi Hutan Gunung dilaksanakan di Gunung Sumbing. Pendakian kali ini menggunakan jalur via Kaliangkrik yang secara administratif berlokasi di Desa Butuh, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl menjadi puncak pertama bagi 6 Wiramuda Diklatsar XLI setelah resmi menjadi anggota MAPALA GEGAMA dan didampingi oleh 5 Anggota biasa yang aktif GEGAMA serta 1 Anggota Pasca. Kegiatan DIKJUT 1 Divisi Hutan Gunung ini dilaksanakan untuk memberikan pendidikan lanjut dan materi dasar dalam berkegiatan di Divisi Hutan Gunung kepada Anggota Wiramuda mengenai arti dari kebersamaan, kerja sama, menenangkan keegoisan, dan memiliki output pemetaan jalur pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik. read more

Cuaca Bersahabat, Mengarungi Sungai Elo dengan Semangat

Cuaca Bersahabat, Mengarungi Sungai Elo dengan Semangat

Divisi Arung Jeram GEGAMA telah menyelesaikan Pendidikan Lanjut Arung Jeram (DIKJUT) 1 yang dilaksanakan di Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 April 2024. Sungai Elo dengan arus dan jeramnya yang memacu adrenalin, pantas untuk dijadikan lokasi DIKJUT dengan keamanannya yang terjamin. Tujuan kegiatan ini adalah penyampaian materi kepada anggota Wiramuda XLI GEGAMA Divisi Arung Jeram sebagai materi lanjut dari materi dasar yang sebelumnya sudah diberikan. Rangkaian kegiatan DIKJUT terdiri atas survei lokasi, materi ruang, latihan, dan hari h DIKJUT itu sendiri. read more

Menelusuri Aspek Geomorfologi dan Budaya: Observasi Lingkungan Gunung Ireng 2024

PRESS RELEASE OBSERVASI LINGKUNGAN 2024

Yogyakarta – Sebanyak 16 anggota Wiramuda XLI telah mengikuti kegiatan Observasi Lingkungan 2024 yang berlangsung di Gunung Ireng, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu, 24 Maret 2024. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan dan pemahaman mengenai karakteristik bentang alam vulkanik dan bentang budaya yang unik di wilayah tersebut.

Gunung Ireng terletak di Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D. I. Yogyakarta. Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari kota Yogyakarta dan berjarak kurang lebih 25 km, Gunung Ireng dipilih menjadi wilayah Obsevasi Lingkungan 2024 karena bentuklahannya yang unik. Anggota wiramuda XLI yang mengikuti kegiatan ini antara lain Alvin (Jalak), Adinda (Apung), Annisa (Rumbai), Nara (Tutu), Dipta (Bayan), Tasya (Timor), Nindya (Cegar), Allyssa (Sepah), Elvanicky (Gemak), Filda (Emprit), Humai (Pleci), Ardra (Banggai), Aufa (Kacer), Sintya (Sikep), Ainna (Punai), dan Salwa (Sula). Adapun peserta lainnya yang berfungsi sebagai pendamping adalah Majiid (Gatheng), Furqon (Celung), Baihaqi (Katur), Jariyan (Torong), Maulydia (Mundhu), Eswa (Peni), Ryana (Idhep), Soenja (Solu), Mahad (Mandau), Rifki (Tembing), Yordan (Pudhak), dan Salma (Menik). read more