Adventure Blog GEGAMA

Pembuatan Lintasan Vertikal Menuju Dasar Gua Sibodak

Gua vertikal merupakan jenis gua yang digolongkan berdasar jalan masuknya, yaitu secara vertikal. Diperlukan teknik khusus dalam penelusuran gua vertikal, salah satunya menggunakan Single Rope Technique (SRT), yaitu teknik melintasi lintasan yang berupa sebuah tali. Lintasan yang digunakan belum tersedia di alam, maka seorang penelusur gua harus membuat lintasannya sendiri, atau disebut dengan rigging. 

Kegiatan operasional GEGAMA berupa penelusuran gua vertikal dilakukan pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 di Gua Sibodak, Katerban, Donorejo, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan Pendidikan Lanjut bagi Wiramuda Diklatsar XXXVII GEGAMA divisi Penelusuran Gua dengan mempraktekkan beberapa materi lanjut seperti rigging dan cleaning. Kegiatan yang diikuti oleh dua wiramuda, Nuno (Jukung) dan Gita (Lepa), juga diikuti oleh 6 anggota biasa yang aktif, yaitu Merlina (Embal), Dyah (Payeh), Johan (Lawar), Muslih (Samin), Rakhmat (Gelam), dan Astry (Sindur). Pendidikan lanjut kali ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama, Jukung turun sebagai rigging man, Lepa turun sebagai secondman, dan Embal menjaga mulut gua sebagai caveguard. Kemudian pada sesi kedua, Lepa turun sebagai rigging man, Jukung turun sebagai secondman, dan Payeh menjaga mulut gua sebagai caveguard.

Rigging atau membuat lintasan dengan Alpine Style sangat mempertimbangkan keamanan dan menjaga tali agar tidak bergesekan dengan dinding gua. Untuk menghindarinya, diperlukan beberapa variasi lintasan seperti intermediate dan deviasi. Intermediate dibuat untuk menghindari gesekan dengan memasang anchor pada dinding titik gesekan. Di Gua Sibodak, intermediate dapat dibuat di antara backup anchor yang berada di pohon dan main anchor pada morfologi tonjolan batu di mulut gua. Simpul yang digunakan yaitu simpul bowline pada backup anchor dan simpul delapan pada main anchor. Kemudian simpul delapan ditambatkan pada webbing yang sudah disimpul pita dan dihubungkan menggunakan carabiner delta screw. Variasi lintasan lainnya adalah deviasi, dibuat untuk menghindari gesekan dengan menarik lintasan menjauhi titik gesekan menggunakan carabiner dan webbing yang diletakkan pada tambatan seperti batu tanduk. Hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari gesekan dengan memasang padding pada titik-titik tertentu yang berpotensi merusak tali. Selain menjaga tali untuk tidak bergesekan dengan dinding gua, seorang rigging man perlu menempatkan simpul kupu-kupu di akhir lintasan yang difungsikan sebagai stopper. Seorang rigging man juga perlu memastikan lintasan yang dibuatnya aman dan dapat dilewati oleh semua anggota tim, tidak merusak peralatan, dan siap digunakan untuk keadaan darurat. Dalam pengecekan lintasan, rigging man dibantu oleh seorang secondman, yaitu orang yang turun setelah rigging man selesai membuat lintasan. Secondman bertugas memastikan lintasan aman dan mudah digunakan dengan mengecek kekuatan anchor dan kebenaran lilitan simpul.

Setelah tujuan penelusuran gua terpenuhi, hal yang harus dilakukan adalah cleaning atau membersihkan jalur dengan mengambil peralatan rigging. Kegiatan ini dilakukan oleh penelusur terakhir setelah semua anggota tim naik. Teknik cleaning yang baik yaitu dengan memasukkan tali ke dalam tackle bag secara bertahap ketika melakukan ascending. Tidak disarankan untuk menarik tali dari atas karena dapat menyebabkan friksi pada tali. Selain memasukkan tali ke dalam tas, carabiner dan webbing yang digunakan untuk membuat anchor juga harus diambil dan dibawa dengan menggantungkannya pada seat harness.

Kegiatan operasional kali ini cukup menegangkan karena sang rigging man dituntut percaya dengan keamanan lintasan yang dibuat. Kesalahan dalam penempatan anchor dapat membahayakan keselamatan penelusur gua. Meskipun begitu, dua orang wiramuda tersebut tidak mengalami kendala yang berarti. Berkat pemberian materi ruang, arahan, dan latihan yang cukup sebelum melakukan kegiatan, membuat wiramuda dapat mengatasi masalahnya dengan baik. Meskipun awan tebal dan hembusan angin terus membersamai kami hampir sepanjang hari, hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk berkegiatan.

Penulis : Amelia Rizki Gita Paramanandi

About the author

alvina.s.c

Add Comment

Click here to post a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.