Melawan dan Menyatu dengan Arus di Sungai Elo

Melawan dan Menyatu dengan Arus di Sungai Elo

 

Pada tanggal 8 Juni 2025, Divisi Arung Jeram GEGAMA talah melaksanakan rangkaian kegiatan Pendidikan Lanjut 2 atau DIKJUT 2, di Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah. Pendidikan Lanjut adalah bagian dari pendidikan yang wajib di ikuti untuk seluruh Anggota Wiramuda DIKLATSAR XLII GEGAMA. Rangkaian ini memiliki beberapa kegiatan yakni materi ruang, latihan basah, survei, dan kegiatan DIKJUT. Rangkaian ini seperti namanya bertujuan untuk mendidik Wiramuda dengan materi lanjut di setiap divisi operasional GEGAMA.

Kegiatan DIKJUT 2 Divisi Arung Jeram diikuti oleh dua belas Anggota GEGAMA dengan enam anggotanya merupakan Wiramuda yaitu, Dion alias Tallo, Yoel alias Pawan, Nabila alias Serai, Ino alias Sampit, Rafli alias Toru, dan Sasa alias Rumbai. Enam Anggota Biasa yang Aktif GEGAMA yaitu Haqi alias Katur, Furqon alias Celung, Ryana alias Idhep, Ardra alias Banggai, Caca alias Timor, dan Nabila alias Manggar.

Kegiatan pengarungan DIKJUT 2 di Sungai Elo

Di kegiatan DIKJUT 2 ada beberapa materi yang disampaikan dan dipraktikkan di lapangan, yakni materi dasar seperti renang jeram, flip-flop, dan dayung dasar. Serta beberapa materi lanjutan seperti sketsa dan pemetaan jeram, eddies to eddies, dan skippering. Pengarungan dilaksanakan dua kali yang pertama untuk mengasah kembali materi dasar terutama renang jeram dan flip-flop. Pengarungan kedua berfokus kepada skippering, sketsa jeram, dan eddies to eddies.

Kegiatan DIKJUT 2 dimulai dengan Anggota Wiramuda XLII GEGAMA yang melakukan dua kali kegiatan renang jeram di titik start dan rest area. Renang jeram memiliki dua teknik yakni renang aktif dan renang pasif, renang aktif adalah cara berenang konvensional pungung, menghadap atas, dan berenang dengan teknik renang dada, renang gaya bebas, serta renang gaya kupu kupu yang digunakan untuk keluar dari jeram dan berenang melawan arus. Renang pasif digunakan saat sudah masuk jeram dengan posisi dada berhadap di atas dan kaki di atas air digerakkan seperti mengayuh sepeda, teknik ini bertujuan untuk mengikuti jeram supaya tidak mengeluarkan banyak energi melawan arus jeram yang deras. Kegiatan yang dilakukan di pengarungan pertama adalah flip-flop yang merupakan teknik untuk mengembalikan posisi perahu dari posisi terbalik ke normal dan sebaliknya.

Penerapan teknik renang pasif dalam renang jeram

Pengarungan kedua berfokus pada teknik eddies to eddies yang merupakan salah satu teknik dalam arung jeram yang dilakukan dengan memosisikan perahu melawan arus jeram untuk mengarung dari eddies satu ke eddies lainnya. Komposisi awak dari perahunya menggunakan teknik R4. Seperti namanya, komposisi R4 membutuhkan empat anggota yang semua duduk sebagai awak. Di mana keempatnya berkontribusi dalam mengarahkan perahu  dengan dua anggota di depan dapat menggunakan dayung pancung dan kedua anggota belakang dapat menggunakan dayung C dan dayung block. Kegiatan pengarungan kedua adalah sketsa jeram di mana Anggota Wiramuda XLII diminta untuk menggambarkan jeram dan rintangan yang ada di jeramnya. Pada kedua pengarungan, Anggota Wiramuda XLII menjadi skipper yang merupakan pengarah dari perahu, hal ini untuk membiasakan Anggota Wiramuda XLII Divisi Arung Jeram terbiasa untuk menerapkan teknik skippering. Pada akhirnya semua anggota GEGAMA yang mengikuti DIKJUT 2 Divisi Arung Jeram berhasil mencapai finish di Kaling Kalih.

 

Penulis : Dionisius Prabandana Gusti Aryadewa

Editor : Tasya Cahya Ananda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*